Malam ini begitu puisi

Sayang, malam ini begitu puitik.
Sepasang kupu-kupu melintas mengabarkan engkau. Sebatang pohon meranggas meliuk menyisakan bayangan. Jalanan begitu benderang dengan kerlip lampu taman. 
Aku lupa bahwa siang tadi panas menyengat ubun-ubun, aku lupa bahwa deru mesin pembuat aspal begitu memekakkan telinga. Aku lupa kabar politik yang membuatku tertawa.
Malam ini, yang kulihat, yang kudengar, hanya puisi. 

Bahkan kursi reot yang kini kau duduki, berubah rima dan bernada. 
Mungkinkah, karena kau bersamaku malam ini?

Dan ribuan bintang dilangit kelam. 

15 April 2017 – (ombak)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s